VIRAL!!! Guru menegur siswa, guru masuk Penjara_Tanya Jawab Sosiologi Pendidikan_PAI 1G

 


 

PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT_TANYA JAWAB SOSIOLOGI PENDIDIKAN

  DOSEN PENGAMPU: Ust. Ahmad Muthi' Uddin, S.H, M.Pd

Oleh: Kelompok 3
1.Fanzuri Rizal Firdaus (240101022)
2.nashih rafi ahmad(240101237)
3.irham aminudin(240101197)
4.Agus salafudin(240101065)
5.Shinta Okiyanti(240101133)


📌  Pertanyaan:
 1.  Amar Andi Saputra (2240101274)

Bagaimana pendapat anda tentang sekolah-sekolah yang hanya menerima siswa/i yang cerdas alias pintar saja?

  • Jawaban:

Dari segi positif:

1.Motivasi dan Inspirasi: Di lingkungan seperti ini, siswa dapat merasa lebih termotivasi karena dikelilingi oleh rekan-rekan yang sama-sama berprestasi dan berdedikasi. Suasana yang kompetitif dapat menginspirasi siswa untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.
2.Persiapan untuk Tantangan yang Lebih Besar: Dengan kurikulum yang lebih berat dan standar akademik yang lebih tinggi, siswa dari sekolah ini mungkin lebih siap menghadapi tantangan pendidikan lanjutan atau dunia profesional.


Dari segi negatif:

1.Tekanan Berlebihan: Siswa yang diterima karena kecerdasan mereka mungkin merasakan tekanan untuk selalu berprestasi, yang bisa berdampak pada kesehatan mental dan rasa percaya diri mereka. Tidak semua siswa bisa berkembang dengan baik di lingkungan yang sangat kompetitif.
2.Kesenjangan dan Diskriminasi: Persyaratan ini bisa menimbulkan kesenjangan antara siswa yang dianggap "cerdas" dan mereka yang mungkin memiliki potensi besar di bidang lain. Hal ini juga berpotensi mempersempit akses bagi siswa yang tidak memiliki kecerdasan akademis tinggi tetapi unggul dalam keterampilan praktis atau seni, misalnya.

Kesimpulannya:
        Dapat Kita ambil kesimpulan bahwa inti dari permasalahan tersebut adalah maukah individu tersebut berusaha ketika dia ingin masuk dalam sekolah tersebut karena setiap individu pasti bisa namun apakah dia mau untuk berusaha atau tidak.


 2. Muhammad Sabilul Affan (240101140)
Pertanyaan:

Sehubungan dengan konflik atau tragedi antara murid, guru & wali murid yang sedang viral pada saat ini.
Apakah memang kesinambungan antara sekolah dengan masyarakat saat ini sudah tidak seperti dulu lagi?

 

  • Jawaban:

        Konflik antara murid, guru, dan wali murid yang viral saat ini mencerminkan ketidakcocokan nilai antara pendidikan modern dan tradisional. Di masa lalu, hubungan ini lebih harmonis, tetapi kini sering dipengaruhi oleh perubahan sosial dan ekonomi, serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan. Faktor-faktor seperti ekonomi keluarga, kualitas pendidikan, dan persepsi masyarakat terhadap peran pendidikan berkontribusi pada kesenjangan ini. Akibatnya, hubungan antara sekolah dan masyarakat tidak sekuat dulu, menimbulkan ketegangan dalam interaksi sehari-hari.

Kesimpulan:

            Karena dulu masyarakat dan guru saling bekerja sama untuk mendidik anak atau murid seperti contoh: saat di rumah anak lebih banyak belajar dengan orang tua meskipun orang tua memberikan sedikit tekanan dan ketika di sekolah anak tersebut menjadi patuh terhadap guru, namun sekarang orang tua sering sekali menyalahkan guru karena kesalahan anaknya dan ada juga orang tua yang sampai menggunakan kekerasan terhadap guru, maka dapat dipahami bahwa dulu orang tua dan guru saling bekerja sama namun sekarang malah saling menyalahkan atas kesalahan anak atau murid. 

Maka penting bagi kita sebagai Mahasiswa untuk menjaga sikap-sikap kita terhadap guru-guru kita, sebab keberhasilan kita sebagai murid itu terletak pada ridlo seorang guru. karena itu,wajib bagi orang tua dan murid untuk menghormati guru. 

Marilah kembalikan marwah paradigma nilai-nilai akhlak masyarakat kita sebagaimana prinsip dalam sosiologi pendidikan!


Semoga Bermanfaat....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Kodifikasi Hadits _Hasil Diskusi Part 03_PAI 3A

Kajian Dan Analisis Kitab Ittihaf As-Saadah Al-Muttaqin